Pages

Sabtu, 19 April 2014

0 komentar
Pahala dunia
Bukan piala lo, ini pahala dunia. Selain pahala di akhirat Alloh juga menjanjikan pahala di dunia. Kisah yang menggugah ini kami kutip dari Aidh Al-Qorni salah satu buktinya:
Ibnu Rajab menceritakan bahwa ada seorang hamba yang kehabisan perbekalan sewaktu di Makkah. Dia benar-benar kelaparan dan hamper mati karena kekurangan gizi. Suatu hari, ketika dia berjalan tertatih-tatih di seputar Makkah, dia menemukan seuntai kalung mahal. Dia memasukkan kalung tersebut ke dalam sakunya dan segera pergi ke masjid. Dalam perjalanannya, dia bertemu dengan seorang lelaki yang bercerita bahwa dia telah kehilangan seuntai kalung. Ketika digambarkan bentuk kalung itu, dia yakin bahwa itu adalah kalungnya. Lalu dia berikan kalungnya tanpa meminta upah. Kemudian dia berkata, “ Ya Alloh, telah aku serahkan itu kepada-Mu, maka balaslah aku dengan yang lebih baik.”
Kemudian dia pergi ke laut dan memulai perjalanan dengan perahu kecil. Tidak lama kemudian badai laut dengan angina besar melanda, menghantam perahunya hingga pecah berkeping-keping. Laki-laki itu mencoba bertahan pada sebatang kayu. Tetapi angina besar mengombang-ambingkannya ke kiri dank e kanan. Hingga akhirnya dia terdampar di sebuah pantai. Di sana dia menemukan sebuah masjid yang dipenuhi dengan orang yang sedang sholat berjama’ah, dia pun bergabung. Dia menemukan juga beberapa lembar kertas berisikan ayat-ayat Al-Qur’an dan dia membacanya. Orang-orang di pulau itu bertanya, “ Apakah kau bisa membaca Al-Qur’an?” Dia mengiyakan. Kata mereka, “Ajarilah anak-anak kami membaca Al-Qur’an.” Dia pun mulai mengajari mereka dan mendapat upah dari pekerjaanya.
Suatu hari, mereka melihatnya sedang menulis dan mereka berkata,” Maukah kau juga mengajari anak-anak kami menulis?” Sekali lagi, ia mengiyakan lalu dia pun mendapat upah dari pekerjaanya itu.
Tak lama kemudian mereka berakata pada orang itu,” Ada seorang gadis yatim yang bapaknya sudah almarhum dan termasuk orang yang saleh. Maukah kau menikah dengannya?” Dia setuju untuk menikahinya. Dia bercerita, “ Aku menikah dengannya dan malam pertama pernikahanku, aku melihat dia memakai kalung yang persis dengan yang aku temukan dulu. Aku memintanya untuk menceritakan tentang kalung itu. Katnya, Ayahnya kehilangan kalung itu sewaktu di Makkah. Seorang pemuda menemukan dan mengembalikan pada ayahku. Dia pun mengatakan ayahnya senantiasa berdo’a agar putrinya dianugrahi pria yang jujur seperti pemuda tadi. Kemudian aku ceritakan bahwa akulah pemuda yang diceritakan tadi.”
Dia serahkan sesuatu hanya demi Alloh, maka Alloh membalasnya dengan sesuatu yang lebih baik.

“ Sesungguhnya Alloh itu baik dan tulus, dan Dia tidak menerima selain yang baik dan tulus.”dan demikian itu yang disebut PAHALA DUNIA.
0 komentar
Bolehkah seorang Da’i mencari nafkah hidupnya dari pekerjaan dakwah???

Bolehkah seorang Da’i mencari nafkah hidupnya dari pekerjaan dakwah???, ya pertanyaan ini sering muncul, dari luar sana!, sahkah ia bila dalam berdakwah sekalian mencari lahan hidupnya?, pertanyaan seperti ini sering mengusik pikiran para da’I, bahkan terus menghantui para da’I yang sudah makan asm, garam sekalipun. Bahkan tak jarang pertanyaan ini suka berubah menjadi hujatan sinis dari pihak luar. Misalnya ada yang suka berkata, “ Cari isi perut kok dari agama, yang benar aja?”

Tak kalah sengitnya, pertanyaan sentimental itu terkadang dijawab juga oleh para da’I dengan pertanyaan yang kurang lebih serupa. Seorang usradz misalnya dengan sengit pernah menjawab, “ Ya, saya memang mencari makan dari agama, dan Anda bilang ini rendahan. Kalau begitu profesi lain pun banyak yang lebih rendahan lagi!” Lha kok, “ sergah penyanggahnya. “ Dokter,” Kata Ustadz lebih seru. Dia kan mencari makan dari orang-orang sakit. Di atas penderitaan orang-orang sakit mereka mencari duit. Guru? Dari kebodohan mereka mencari keuntungan …. “
Debat kusir, seperti ini tidak sehat dan sangat bernada emosional. Padahal kalau dihadapi dengan kepala dingin, tentulah ada solusi yang lebih imbang dan adil.
Saya piker, semua profesi di samping ditujukan untuk pengabdian mulia, juga untuk mencari nafkah. Dan dalam hal ini tak terkecuali juga profesi dakwah. Para da’I, sebagaimana pekerja profesi lainnya, punya keluarga. Mereka wajib memberi nafkah. Siapakah yang akan menanggung nafkah mereka bila mereka tak diperbolehkan memperoleh materi, padahal waktu sudah dihabiskan untuk berdakwah? Siapa yang akan memberi makan para guru bila mereka, hanya disebabkan oleh pekerjaan mereka yang mulia, yakni pendidikan, tidak boleh mencari materi. Apakah seorang dokter, karena pekerjaanya yang mulia, juga tidak boleh menjual jasa?
Semua profesi tentunya merupakan pekerjaan mulia: menyediakan jasa bagi orang lain yang membutuhkan, entah itu jasa bagi orang lain yang membutuhkan, entah itu jasa keagamaan, pendidikan , kesehatan, penyediaan barang, dan seterusnya. Tapi, bila dilihat dari sudut pandang sentimental, tentunya semua profesi mulia itu akan runtuh jadi kegiatan rendahan: mengambil untung di atas kekurangan orang lain!.
Sifat menjual jasa atau mencari materi dari suatu pekerjaan tak lantas membuat pekerjaan itu jadi rendahan. Toh, agama mewajibkan kita untuk mencari nafkah, dan menvari nafkah tak bisa tidak, kecuali dengan mencari materi dari suatu pekerjaan. Mencari nafkah tak bisa lain kecuali “ menjual” kebiasaan kepada orang lain. Jadi mencari nafkah sendiri bisa terlaksana karena adanya maksud atau niat mencari materi suatu pekerjaan.
Masalahnya tinggal mencari materi itu untuk apa? Islama mengajarkan untuk tujuan akhirat. Dan termasuk ke dalam tujuan akhirat itu adalah memberi nafkah kepada keluarga. Sebuah hadist dengan tandas menekankan hal ini: diriwayatkan seorang sahabat meninggal, dan sebelum ajalnya ia mewasiatkan untuk menfkahkan seluruh hartanya tanpa menjamin keluarganya. Esok harinya para sahabat menceritakan laku sahabat itu kepada Nabi, dan Nabi menjawab: “ Seandainya aku tau begitu, maka akan aku kuburkan ia di perkuburann orang-orang Yahudi. Islam mengutuk orang yang mengutamakan kepentingan umum dengan mengorbankan hak-hak anak istrinya!”
Jadi, mencari materi itu sangatlah mulia asalkan tujuannya untuk kepentingan akhirat.


Minggu, 19 Januari 2014

Pintu Syaithan Masuk ke dalam diri kita

0 komentar


Hai, kawan Tahukah kalian Bahwa Setan itu sangat mudah masuk kedalam diri kita, berikut ini adalah Pintu para syaithan dapat masuk ke diri kita:
1. Marah

Marah adalah kalahnya tentara akal oleh tentara setan. Bila manusia marah maka setan bisa mempermainkannya seperti anak-anak mempermainkan kelereng atau bola. Orang marah adalah orang yang sangat lemah di hadapan setan.


2. Hasad

Manusia bila hasad dan tamak menginginkan sesuatu dari orang lain maka ia akan menjadi buta. Rasulullah bersabda: ”Cintamu terhadap sesuatu bisa menjadikanmu buta dan tuli” Mata yang bisa mengenali pintu masuknya setan akan menjadi buta bila ditutupi oleh sifat hasad dan ketamakan sehingga tidak melihat. Saat itulah setan mendapatkan kesempatan untuk masuk ke hati manusia sehingga orang itu mengejar untuk menuruti syahwatnya walaupun jahat.


3. Perut kenyang

Rasa kenyang menguatkan syahwat yang menjadi senjata setan. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Iblis pernah menampakkan diri di hadapan Nabi Yahya bin Zakariyya a.s. Beliau melihat pada setan beberapa belenggu dan gantungan pemberat untuk segala sesuatu seraya bertanya. Wahai iblis belenggu dan pemberat apa ini? Setan menjawab: Ini adalah syahwat yang aku gunakan untuk menggoda anak cucu Adam.Yahya bertanya: Apa hubungannya pemberat ini dengan manusia ? Setan menjawab: Bila kamu kenyang maka aku beri pemberat sehingga engkau enggan untuk sholat dan dzikir. Yahya bertanya lagi: Apa lainnya? Tidak ada! Jawab setan. Kemudian Nabi Yahya berkata:
Demi Allah aku tidak akan mengenyangkan perutku dengan makanan selamanya.
Iblis berkata. Demi Allah saya tidak akan memberi nasehat pada orang muslim selamanya.
Kebanyakan makan mengakibatkan munculnya enam hal tercela:
・ Menghilangkan rasa takut kepada Allah dari hatinya.
・ Menghilangkan rasa kasih sayang kepada makhluk lain karena ia mengira bahwa semua makhluk sama kenyangnya dengan dirinya.
・ Mengganggu ketaatan kepada Allah
・ Bila mendengarkan ucapan hikmah ia tidak mendapatkan kelembutan
・ Bila ia bicara tentang ilmu maka pembicaraannya tidak bisa menembus hati manusia.
・ Akan terkena banyak penyakit jasmani dan rohani


4. Cinta perhiasan dan perabotan rumah tangga

Bila setan melihat hati orang yang sangat mencintai perhiasan dan perabotan rumah tangga maka iblis bertelur dan beranak dan menggodanya untuk terus berusaha melengkapi dan membaguskan semua perabotan rumahnya, menghiasi temboknya, langit-langitnya dst. Akibatnya umurnya habis disibukkan dengan perabotan rumah tangga dan melupakan dzikir kepada Allah.


5. Tergesa-gesa dan tidak melakukan receck

Rasulullah pernah bersabda: "Tergesa-gesa termasuk perbuatan setan dan hati-hati adalah dari Allah SWT". Allah berfirman: ”Manusia diciptakan tergesa-gesa” dalam ayat lain ditegaskan: Sesungguhnya manusia itu sangat tergesa-gesa. Mengapa kita dilarang tergesa-gesa? Semua perbuatan harus dilakukan dengan pengetahuan dan penglihatan mata hati. Penglihatan hata hati membutuhkan perenungan dan ketenangan. Sedangkan tergesa-gesa menghalangi itu semua. Ketika manusia tergesa-gesa dalam melakukan kewajiban maka setan menebarkan kejahatannya dalam diri manusia tanpa disadari.

Sabtu, 18 Januari 2014

Lawan si malas

0 komentar
Sebagai Pelajar kita tentunya tak lepas dari kata Tugas atau bisa dibilang PR(Pekerjaan Rumah), banyak dari Siswa selalu enggan untuk mengerjakan tugas secara langsung, alasannya karna takut salah, malas, gak suka sama pelajarannya, atau bahkan gak tau apa tugasnya, jikalau orang ditanya kamu mau aku kasih tugas?? pasti 75% orang menjawab gak mau, atau "apa aku bisa", atau aku gak punya waktu untuk mengerjakan tugas, dll. Kawan jika kalian dikasih tugas, atau punya tugas, optimis aja kalau kalian bisa mengerjakan dan itu pasti benar, dengan begitu saat kalian mempunyai tugas kalian dapat menyelesaikannya sendiri tanpa menggantungkan orang lain untuk membantumu, atau bahkan mencontekimu. Apa sih manfa'at mengerjakan tugas sendiri itu?, kalau ditanya tentang manfa'atnya apa, sangat banyak sekali, kita belajar mandiri, dapat menguasai materi dengan baik, belajar jujur, melatih kecerdasan otak, dan yang tentu belajar untuk tidak malas. Jadi jika sekarang kalian punya tugas cepat kerjakan sebelum si malas datang menghampirimu !

Jaga Keyboard Laptopmu

0 komentar

Keyboard Laptop itu juga perlu dirawat dan disayang lo kawan ni ada cara untuk Merawat Keyboard agar selalu bersih:

  1. Terlebih dahulu matikan dan lepaskan koneksi listriknya.
  2. Gunakan kompressor udara untuk membersihkan kotoran yang ada diantara tombol-tombol.
  3. Semprotkan udara pada sudut terbaik agar bisa mencapai setiap kotoran (partikel debu) yang ada dibawah tiap-tiap tombol.
  4. Silahkan gunakan cairan alkohol dengan kadar rendah, lalu bersihkan tombol dan keyboard dengan kain halus secara berulang hingga benar-benar bebas dari kotoran.
  5. Proses membersihkan keyboard laptop Anda telah selesai.
Bagaimana, mudah bukan cara membersihkan keyboard laptop yang bisa Anda lakukan sendiri. Setelah semua proses selesai bisa Anda lihat kini keyboard telah bersih dan bebas dari kotoran yang selama ini mengotori keyboard, yang jika dibiarkan bisa merusak fungsi dari keyboard dan mengakibatkan tidak maksimalnya keyboard saat digunakan..  
Selamat Mencoba !

Selasa, 14 Januari 2014

Masa SMA masa paling Indah

4 komentar


Masa SMA adalah masa-masa paling indah yang tak boleh terlupakan, itulah kata banyak orang. Tapi itu memang terbukti jika kita menikmati masa-masa tersebut, banyak hal baru dan berbeda dengan sebelumnya yang dilakukan anak SMA, seperti halnya saja saat teman mereka ulang tahun, mereka selalu membuat kejutan, membuat hal yang mengesankan yang gak boleh terlupakan. Hal-hal tersebut boleh saja dilakukan selama mereka tidak melampaui batas aturan-aturan yang berlaku di Masyarakat.

Buatlah kesan terindah di Masa SMA mu!

Senin, 13 Januari 2014

Cerewet itu ada manfa'atnya lo...

0 komentar

Banyak dari kaum laki-laki apabila ada perempuan cerewet itu selalu di olok-olok, “bocah kog kenyeh” begitulah bahasa kasarnya, padahal gak selalu “cerewet” itu berartikan negatif, cerewet itu juga ada sisi positifnya loh, salah satu contohnya: Penyiar radio, Presenter, Wartawan. Mereka bisa seperti itu karena mereka terlatih bicara, bisa disebut dengan cerewet juga, oleh karena itu jangan menyepelekan orang-orang cerewet! , dan untuk orang-orang cerewet “kalian jangan berkecil hati, kembangkan cerewet kalian untuk hal-hal positif yang mampu membuat kalian sukses” !

older post
 
- See more at: http://www.seoterpadu.com/2013/07/cara-membuat-kotak-komentar-keren-di_8.html#sthash.5yFY7KXy.dpuf